Annalise Keating: The Epitome of Women Badassery (Part 1)

Annalise Keating, seorang Criminal Defense Attorney dan dosen yang mengajar Criminal Law di Universitas Middleton. Hal pertama yang sangat aku ingat darinya adalah caranya berjalan memasuki kelas dengan segenap kepercayaan dirinya. Annalise Keating merupakan tokoh fiksi dari Serial TV How To Get Away With Murder (and yes! that's the tittle, selanjutnya di singkat HTGAWM). Serial TV besutan Peter Nowalk ini musim pertamanya tayang adalah di tahun 2014 pada saluran ABC. Aku pertama kali menemukan serial ini saat aku berselancar di Tumblr dan menemukan sejumlah adegan karakter Connor Walsh dan Oliver Hampton (re: a very hot gay sex scene!). 
Annalise Keating (yang diperankan oleh Viola Davis) adalah tipe powerful women. She's bad-ass, kick-ass, and have a good ass. Dia adalah tipe dosen yang tidak membiarkan kelasnya pasif tanpa interaksi. Saat hari pertama ia mengajar di kelas, ia telah memberikan sejumlah bahan ajaran yang akan mahasiswanya pelajari selama proses kuliah tepat sehari sebelum kelas di mulai. Ia juga memberikan kesempatan kepada mahasiswanya yang bisa menjawab tantangannya untuk dapat bekerja dengannya juga mendapatkan immunity berbentuk patung Dewi Justitia yang dapat di tukar mahasiswanya jika ia ingin tidak mengikuti ujian. 

Episode pertama dari HTGAWM memperlihatkan bagaimana cara Annalise bekerja. Ia memberikan tugas kepada mahasiswanya siapa yang mampu memberikan rencana yang setidaknya dapat ia pakai dalam persidangan kasus yang sedang ia tangani, maka empat mahasiswa dengan rencana terbaik akan bekerja dengannya dan salah satu dari empat mahasiswa dengan rencana paling baik juga mendapatkan immunity. Annalise juga memberikan bahan seluas-luasnya yang dapat mahasiswa pakai, selain ia memperbolehkan buku-buku miliknya di pinjam, ia juga mempersilahkan bila ada mahasiswa yang ingin bertanya melalui dua asistennya Frank Delfino dan Bonnie Winterbottom. 
Selain menjadi bad-ass saat di ruang kelas, kekuatan terbesarnya adalah saat ia berada di ruang sidang. Annalise sangat pintar dalam membela kliennya, membeberkan bukti-bukti di depan juri, serta meyakinkan juri bahwa kliennya tidak bersalah. Melihat Annalise berdebat di ruang sidang sungguh memberikan feels tersendiri. Akhirnya, berkat bukti email yang diberikan mahasiswanya, Connor Walsh, persidangan tersebut di menangkan oleh Annalise Keating. Satu hal yang aku rasakan, sama seperti yang di katakan oleh Michaela Pratt: "I want to be her.". 
Sekarang HTGAWM telah memasuki musim ke empat, selama empat musim penayangan, jujur Annalise Keating sangat menginspirasiku dalam mengapai misi-misi hidupku. Annalise Keating: My Epitome of Women Badassery.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Niccolo Machiavelli: “Seorang pangeran harus mampu bermain baik sebagai manusia maupun sebagai binatang buas”

Someone (not) like You